Metode sosial, bea cukai, dan pajak konsumsi online untuk menyampaikan informasi bea cukai terbaru

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai memastikan meski pandemi Covid-19 melanda Indonesia, layanan yang diberikan kepada pengguna layanan tetap beroperasi normal. Salah satu bentuk layanan yang diberikan adalah konsultasi dan sosialisasi regulasi, serta diskusi langsung antara bea cukai dan pengguna layanan. Guna terus memberikan layanan berkualitas selama pandemi, pihak bea cukai secara aktif menggelar pertemuan online dengan pengguna jasa untuk memberikan informasi kepada pengguna jasa.

Kamis (04/06) Customs de Bekasi mengadakan diskusi dengan pengguna jasa di Kawasan Pengawasan Bea Cukai Bekasi tentang penilaian gudang berikat (GB). Hatta Wardhana, Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, mengungkapkan kriteria penilaian fasilitas gudang berikat. Hada mengatakan: “Penilaian yang telah kami lakukan terkait dengan pemenuhan persyaratan fisik, geografis dan administrasi sesuai dengan ketentuan terkini.” Di saat yang sama, Tamtomo Putro, Kepala Cabang Gudang Berikat Biro Fasilitas Kepabeanan, mengatakan Tujuan evaluasi adalah: “Pihak bea cukai akan secara berkala melakukan evaluasi ini untuk mengevaluasi efektivitas, efisiensi dan tingkat dampak fasilitas yang diterima oleh perusahaan penerima fasilitas berstandar nasional, dan untuk mengukur tingkat efisiensi yang dicapai perusahaan untuk tujuan distribusi berstandar nasional,” tambah Bagus .

Sehari sebelumnya, Rabu (03/06), Pabean Jakarta juga menggelar acara sosial online membahas insentif lainnya bagi perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat (KB) dan fasilitas impor Peraturan Menteri Keuangan 31 / PMK. Tujuan ekspor (KITE) ditentukan dalam 04/2020.

Kepala Dinas Bea Cukai dan Pajak Konsumsi Haryo Limanseto mengatakan bea cukai dan pajak konsumsi akan bekerja keras untuk meningkatkan perusahaan Antu yang menerima fasilitas KITE dan Layang-layang Industri Kecil Menengah (IKM).

“Sejauh ini sedikitnya 100 perusahaan lokal hingga internasional telah lolos Pabean DKI Jakarta. Disahkannya PMK 31 / PMK.04 / 2020 ini. Kementerian Keuangan telah memberikan insentif berupa stimulus fiskal melalui bea cukai dan pajak konsumsi. Termasuk penangguhan bea masuk dan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), ”pungkas Haryo. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live