Pandemi tidak akan menghentikan kebiasaan di Kawasan Industri Tembakau Madura

TRIBUNNEWS.COM, Pamekasan-Pandemi Covid-19 tampaknya tak menghalangi Bea Cukai Madura menggelar rapat terbatas dengan empat pemerintah kabupaten di Madura untuk pembebasan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), Rabu (17/6). / 2020) Di lobi Kantor Bea Cukai Madura di Madura.

Tentunya kegiatan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan dengan kesepakatan kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Melalui pertemuan ini, kami dan empat Pemda Madura memulai konseptualisasi KIHT Madura. Bola harus ditarik kembali karena akan membantu banyak industri kecil dan menengah (IKM) dalam menjalankan kegiatan. Pemerintah daerah Pamekasan, Sumenep, Sampang, dan Bangkalan menyambut positif semua itu. Rahmanta Saleh, Kepala Seksi Penegakan Kepabeanan Dalam Negeri Madura, menjelaskan bahwa Madura juga ingin maju.- — Dalam pertemuan tersebut Bupati kedua, ketiga dan keempat bertanggung jawab atas Pulau Madura (Pulau Madura) dan membahas konsep KIHT yang diajukan oleh adat.

Menurut Rahmanta, Madura telah Beberapa bidang yang memiliki signifikansi strategis dapat menjadi wilayah potensial bagi industri tembakau Madura. -Menurutnya, pertemuan tersebut juga membahas rencana kegiatan kerjasama, rencana pemanfaatan Pajak Konsumsi Tembakau (DBHCHT). Pandemi Covid-19 menghambat rencana pelaksanaan kegiatan koperasi. Ia menegaskan, sebagai bentuk penyaluran DBHCHT akan terus dilaksanakan melalui penyesuaian kesepakatan kesehatan.

“Kegiatan akan terus berjalan dan tidak akan terjadi akibat pandemi corona. Dan lepaskan. “HT Madura. Pionir KIHT bisa menggunakan DBHCHT yang dikelola pemerintah daerah.

Terakhir, ia juga menyinggung tentang pentingnya inovasi berkelanjutan dan peningkatan sinergi antara bea cukai dan pajak konsumsi dengan pemerintah daerah. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live