Bea dan cukai Sriwijaya Nets dapat mencegah impor dan penyelundupan 24,5 ton bawang merah

TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini tidak memperlambat sinergi bea dan cukai untuk melindungi perbatasan Indonesia dari barang ilegal dan berbahaya.

Di penghujung Ramadhan 1441 H, Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Kopuri, Bea Cukai Sumatera Utara, dan Bea Cukai Belawan bekerja sama dengan pengoperasian jaringan Sriwijaya untuk bekerja sama menghentikan penyelundupan bawang merah secara ilegal karena tidak dilindungi oleh perlindungan pabean yang efektif atas dokumen impor .

Isnu Irwantoro, Direktur Humas Kantor Bea Cukai Aceh, mengatakan 27,22 kg dari 9 kg karung berisi 24,5 ton karton yang diduga diimpor dari Penang, Malaysia, berhasil disimpan oleh petugas bersama bea cukai, Rabu. Perairan Ujung Tamiang, Kabupaten Tamiang, Aceh 05/20. — Nyatakan nilai total éIsnu Irwantoro jenggot mati. Kargo KM Rajawali GT 15 diperkirakan mencapai Rp 752.000.000, dan sektor keuangan dapat merugikan negara sebesar Rp 263.000.000. Pajak Konsumsi Pajak konsumsi BC 30004 Rabu lalu (20/5). Tim Bea Cukai Kanwil Aceh menginformasikan, sasarannya adalah kapal kayu yang mengangkut kargo ilegal dari Penang, Malaysia. Provinsi Aceh Timur terus mencari kapal sasaran. Hingga Rabu (20/05) terakhir pukul 21.00 WIB, tim Pokja Kapal Patroli BC 30004 terdiri dari petugas bea dan cukai dari Kanwil Khusus Kepri dan Bea Cukai Kanwil Aceh Aceh Tami. Perairan Ujung Tamiang Young menemui kapal target. Setelah melakukan pendekatan, ternyata tidak ada awak kapal di kapal sasaran yang bernama KM Rajawali. Selain itu, enam anggota satgas melakukan pemeriksaan KM Rajawali, namun tidak ditemukan dokumen bea cukai. Setelah mengamankan KM Rajawali KM, Satgas memilah-milah daerah ditemukannya kapal untuk mencari awak kapal yang kabur, namun selama satu jam pencarian tidak ditemukan awak KM Rajawali. Diduga awak KM Rajawali berlayar dengan bantuan kapal perintis (kapal oskadon) yang telah disiapkan sebelumnya. -Barang disimpan di dermaga Pabean Belawang. Hasil pemeriksaan dan pencacahan yang dilakukan oleh petugas Pabean Belawan menunjukkan bahwa KM Rajawali provinsi (KM Rajawali) terdapat 24,5 ton bawang merah, dikemas dalam 2.722 karung, bawang merah @ 9 kg yang tidak ditemukan dalam bentuk narkotika, psikotropika dan prekursor. Barang yang ada. Selain itu, dokumen tersebut akan diserahkan ke Pabean Aceh untuk diteliti dan diproses lebih lanjut.

Sanksi hukum bagi pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 (a). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006, tentang Perubahan atas Undang-Undang Kepabeanan Nomor 10 Tahun 1995, “Barangsiapa mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam deklarasi dipidana melakukan penyelundupan di tempat. Hukuman minimal untuk produk impor adalah satu tahun. Hukuman maksimal 10 tahun, denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan maksimal Rp 5.000.000.000 “.

Berdasarkan undang-undang ini, pelaku ekonomi dan masyarakat tidak boleh diselundupkan, dijual, atau didistribusikan Dan / atau pembelian barang selundupan sebagai bentuk partisipasi warga dalam upaya melindungi petani bawang merah, harta benda masyarakat dan penyakit akibat adan lingkungan berupa impor tanaman dan turunannya, serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri, dan meningkatkan impor. Pendapatan nasional dari departemen bea cukai dan perpajakan. – Ini sejalan dengan adat istiadat sebagai pelindung masyarakat, fungsi perdagangan Kementerian Keuangan, koordinator Administrasi Umum Kepabeanan yang kredibel, bantuan industri dan pemungut pajakKai Makin Baik。 (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live