Operasi gabungan terorganisir, Bea Cukai Sumatera Barat dan polisi setempat melindungi ribuan Gramsab

TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19 tak henti-hentinya dilakukan pelaku kejahatan. Bea Cukai Sumatera Timur (Sumbagtim) dan Polda Sumsel memaparkan hasil penuntutan sepanjang April 2020 dalam jumpa pers yang digelar Rabu (29/4). Dia berkata: “Karena virus Covid-19 terus mendatangkan malapetaka, distributor, pengecer dan perusahaan kurir juga memanfaatkan pandemi ini untuk secara aktif menjalankan bisnis.” Bea Cukai Sumbagtim dan Tim Detektif Narkoba Polda Sumatera Selatan dari Biro GST Anggota telah berhasil menyelamatkan lebih dari 12.000 orang dari bahaya penggunaan narkoba dari ekstasi. Supriadi.

Asep Munandar, Kepala Badan Penyidikan dan Bea Cukai Sumbar, mengungkapkan salah satu penangkapan itu berasal dari laporan masyarakat, mengacu pada penggunaan kurir untuk mengangkut narkoba dengan kendaraan pribadi dari Aceh ke Lampung dan DKI Jakarta. Kemudian, pihak Bea Cukai Sumbar dan Polda Sumsel segera bertindak untuk mengkoordinasikan operasi bersama dengan melakukan investigasi narkoba bersama atas informasi tersebut. MD di Jalan Babat Supat, Kabupaten Banyuasin, Musi.

“Setelah diselidiki, kami menemukan barang bukti berupa 1.000 gram kristal sabu di kantong teh China yang dibakar dengan minibus hitam yang dikemudikan tersangka.” Kata Assep.- — Tersangka menghadapi hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara karena memiliki dan mengangkut 1.000 gram sabu. “Kami akan terus memperkuat pengawasan dari timur. Asep menyimpulkan: “Bea Cukai sendiri telah mengatur operasi BERSINAR,” Aliansi Melawan Narkotika “, untuk memberantas semua penjahat narkoba dari kurir hingga pengecer.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live