Di bawah pengawasan bea cukai, Gubernur Gorontalo melepas 12.400 ton jagung di Filipina

TRIBUNNEWS.COM-Guna meningkatkan keseimbangan ekspor dan mendorong industri dalam negeri, sebanyak 12.400 ton jagung diekspor ke negara tujuan Filipina. Pada 17 November (Rabu), Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie langsung mengekspor barang melalui Bea Cukai Gorontalo ke Pelabuhan Angrik, sebelah utara Gorontalo. Sehingga dapat menjaga produksi pangan. Padahal hari ini ada peningkatan yang cukup signifikan. Kami mengekspor 12.400 ton lagi untuk pertama kalinya, “kata Rusli dalam sambutannya. -Dia mengakui pertanian adalah jaminan pandemi Covid-19. Permintaan pangan menjadi prioritas yang harus dipenuhi setiap orang untuk melanjutkan kegiatan pertanian. Masalah.

Akibat kenaikan harga Jagung lokal, keadaan ini berbeda dengan 2019. “Produksi Jagung tahun ini, kami jual ke Filipina, karena harganya masuk akal dibandingkan harga dalam negeri. Ia mengatakan: “Pada 2019, penurunan ekspor disebabkan oleh harga jagung lokal yang sangat bagus. Eksportir mewakili PT Seger Agro Nusantara sebagai petugas dokumen kegiatan ekspor promosi bea cukai dan pajak konsumsi. Tahap pertama sebanyak 6.100 ton senilai 1.445.700 dollar AS, dan tahap kedua. Panggung 6.300 ton dan nilainya US $ 1.499.400, “jelas Fajar yang berharap bisa memberikan pelayanan kepada Provinsi Gorontalo.

“Kami akan terus bekerja keras untuk memajukan industri dalam negeri, termasuk pertanian, agar mampu bersaing di pasar internasional.” Ekspor Jagung dari Januari hingga Mei 2020 meningkat sebesar 61,89% dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu volume ekspor 22.549 ton, tahun ini 36.504 ton. Dari Januari hingga Mei, volume ekspor makanan nabati meningkat 33,17% dibanding tahun lalu. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live