Bea Cukai memastikan ribuan rokok ilegal siap beredar di tiga kota tersebut

TRIBUNNEWS.COM-Selama Pandemi Virus Corona 2019 (Covid-19), pihak bea cukai terus melakukan tindakan untuk memberantas peredaran rokok ilegal di berbagai daerah. Bea Cukai bekerja keras untuk mencegah penjahat. Syarif mengatakan: “Sangat disayangkan dalam pandemi Covid-19 masih ada masyarakat yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan tindak pidana dengan menyebarkan rokok ilegal.”

Kali ini pihak bea cukai berhasil mengadili Pekanbaru, Kudus dan Yin. Peredaran rokok ilegal di tiga kota Delamayo. Pada Senin (04/05), Dinas Bea dan Cukai Pekanbaru berhasil melindungi 100.000 batang rokok ilegal untuk diedarkan di toko-toko. -Prijo Andono, Kepala Kantor Bea Cukai Pekanbaru, mengatakan: “Penuntutan dimulai dengan informasi publik. Petugas Bea Cukai Laut Utara Baru menyelidiki lokasi operasi setelah berita ini.

Setelah tergelincir di lokasi sasaran , Tim memantau lokasi toko dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap toko tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan pemiliknya memiliki 10 bungkus rokok ilegal berupa rokok non konsumen. Dalam wawancara singkat, pemilik mengaku bahwa rokok ilegal tersebut diserahkan oleh orang lain. -Setelah ditemukan rokok ilegal maka akan dikeluarkan surat keterangan gugatan dan catatan penuntutan disaksikan oleh pemilik toko.Selain itu, barang bukti berupa rokok ilegal juga segera ditemukan, disimpan di Gedung Bea Cukai Pekanbaru. 04) Direktur Biro Bea Cukai Kudus Gatot Sugeng Wibowo mengungkapkan: “Langkah ini dimulai dengan informasi publik untuk menginformasikan kepada kami tentang penggunaan truk untuk memuat rokok ilegal. Gato mengatakan: “Berdasarkan informasi ini, konvoi melakukan penyisiran dan pengejaran hingga mobil berhasil berhenti di jalan lingkar Demak-Jepara pada hari Kamis pukul 05.50.” Nomor plat kendaraan telah diubah, namun petugas dapat mengunduh dari Itu dikenali dalam fitur yang diperoleh sebelumnya. Dalam pemeriksaan awal, ditemukan 29 karton berisi rokok ilegal dari berbagai merek, yang dapat diedarkan kapan saja tanpa terjebak oleh pita konsumen.

Gatot menambahkan: “Seorang pengemudi dan nuklir berinisial MZ (27 tahun) dan AR (34 tahun) dikawal ke bea cukai untuk diperiksa. Selengkapnya.”

Hari itu, Kamis 30 / 04, Petugas Bea Cukai Cirebon menindak Kabupaten Indramayu. Petugas bea cukai Cirebon menemukan lebih dari 26.000 batang rokok ilegal dari acara ini. Komisioner Bea Cukai Cirebon Encep Dudi Ginanjar mengungkapkan: “Di sebuah toko di Jalan Lelea, Kabupaten Indramayu, 132 batang rokok tidak ditempelkan perangko. Selain itu, ditemukan pula tembakau ilegal di tempat penyimpanan di lokasi yang sama. Produk. ”

Kali ini tim Bea Cukai Cirebon juga menjelaskan ciri-ciri rokok ilegal kepada pemilik toko. Rokok ilegal antara lain rokok yang tidak dibebani pajak konsumsi, gulungan pajak konsumsi yang tidak layak pakai, dan pajak konsumsi palsu yang telah dipasang dan digunakan. Ada stempel pajak konsumsi yang ditempel di rokok. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live