Tarif dan cukai Batam telah mensosialisasikan transportasi berkelanjutan dan transportasi barang impor secara berkelanjutan

TRIBUNNEWS.COM-Meski pandemi Covid-19 belum usai, Bea Cukai Batam terus gencar meningkatkan kesadaran pengguna jasa.

Bea Cukai dan Bea Cukai Batam telah bekerja sama dalam bimbingan teknis dan memberikan sosialisasi materi terkait dengan pengelolaan “Regulasi”. Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 216 / PMK.04 / 2019 meliputi pengangkutan secara kontinyu atau pengangkutan barang impor dan ekspor secara terus menerus kepada 39 pengguna jasa di Batam.

Melalui latar belakang PMK Nomor 216 Tahun 2019, salah satunya pengawasan melalui SKP dan otomasi pelayanan transportasi yang maju dan berkelanjutan di Indonesia.

“Juru bicara Biro Pengembangan Teknologi Pudji Seswanto mengatakan:” Seperti Sukarno Hatta dan Ngurah Rai, pusat distribusi aktivitas transfer TPS telah didirikan sehingga mereka dapat menunggu di Hong Kong dan Singapura. Pelabuhan internasional memenuhi harapan mereka. bea cukai.

Selain itu, Slamet Sukanto, Kepala Seksi Pengelolaan Kegiatan Kepabeanan Batam, juga menjelaskan karena adanya regulasi khusus tata cara impor Batam dan kawasan perdagangan bebas lainnya, PMK Nomor 216 Tahun 2019 tidak dapat digunakan di Batam dan kawasan bebas lainnya. Diimplementasikan sepenuhnya. PMK 2012 No. 47, Jo. PMK No. 42 tahun 2020.

Pada kesempatan ini, ia juga menjelaskan implementasi transportasi baru dan transportasi berkelanjutan di zona bebas. Slamet mengatakan: “Ini merupakan review atas pelaksanaan PMK Nomor 47 Tahun 2012 dan PP Nomor 10 Tahun 2012.” (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live