Dengan bantuan sinergi, bea cukai tidak akan menyelundupkan puluhan juta rokok ilegal ke Aceh

TRIBUNNEWS.COM-Meski pandemi virus Corona 2019 (Covid-19) sedang marak, tak menyurutkan semangat petugas bea cukai untuk melakukan pengawasan. Sebagai bagian dari operasi patroli terpadu dari jaringan Sriwijaya pada tahun 2020, Kantor Bea Cukai Daerah Kepulauan Riau, Kantor Bea Cukai Daerah Aceh, dan Fasilitas Operasi Bea Cukai Tanjong Bale Karimong menangkap KM Milenium dan 10 dua juta keping di perairan Peureula. Rokok ilegal. Agus Yulianto, kepala Kantor Pajak Pabean dan Konsumsi Daerah Khusus Kepulauan Riau, mengungkapkan urutan kronologis dari tindakan tersebut. Pada hari Minggu (12/04), Kantor Pabean Daerah Khusus Kepulauan Riau menerima informasi tentang kapal yang mengandung kayu ilegal dari Kantor Pabean Daerah Aceh.

“Ini memiliki karakteristik yang sama dengan informasi yang diterima sebelumnya. Ketika agen menemukan, kapal KM. Itu tidak bergerak selama seribu tahun, dan lambung miring ke kiri. Selama inspeksi, tidak ada yang memperhatikannya.” Argus berkata: “Untuk inspeksi, penelitian Penyelidikan dan pengolahan lebih lanjut terhadap sarana pengangkutan, petugas memperoleh 10,2 juta batang rokok ilegal senilai 10,35 miliar rupiah yang dapat merugikan negara sebesar 1,134 miliar rupiah yang diduga merupakan barang impor ilegal dari Thailand, termasuk kelas kiloton KM. Kapal kayu GT 25 berlokasi di Bea Cukai Kuala Langsa.Pulau Terluar Kantor Bea Cukai Daerah Khusus Pulau Terluar dan Fasilitas Bisnis Pangkalan De Tanjung Balai Karimun dan DENPOM Lhokseumawe. Pada Minggu (29/03), petugas berhasil memperoleh bendera Indonesia KM Seroja GT 25 ve dari Thailand Ban Na Klua Tai berangkat ke Lhokseumawe, Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Seroja GT 25 KM itu diperkuat. Untuk melanjutkan proses, petugas mengawal kapal ke pelabuhan Krueng Geukueh di Lhokseumawe, ‚ÄĚtutup Direktur Bea Cukai Lhokseumawe Rizki Baidillah. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live