Pantang, adat Riau terus berpatroli di laut selama pandemi

TRIBUNNEWS.COM-Ketika pandemi Covid-19 menyapu seluruh Indonesia, ini tidak menghalangi pengawasan Kantor Pabean Daerah Riau untuk bekerja sama melindungi perbatasan Indonesia guna mencegah barang-barang ilegal dan narapidana berbahaya memasuki Indonesia. Operasi cyber Sriwijaya. Sriwijaya Net adalah patroli maritim komprehensif yang dilakukan oleh semua bea cukai di pantai timur Sumatra secara bersamaan, dan akan dilaksanakan mulai akhir April 2020 hingga Juni 2020. – Patroli terintegrasi dilakukan dengan mengerahkan armada patroli dari laut.Pusat Operasi Tanjung (PSO) Balai Karimun dikelola oleh staf kontrol dari setiap area kerja pabean di pantai timur Sumatra. -Operasi memobilisasi 4 petugas patroli bea cukai BC 8001, BC 6003, BC 15048 dan BC 10004 yang tersebar di pesisir timur Provinsi Riau, Ronny Rofsyandi, kepala kantor bea cukai di wilayah Riau, mengatakan, Bea cukai dan pajak konsumsi tidak boleh diabaikan saat melakukan inspeksi. Bahkan dalam suasana pandemi dan Idul Fitri, Anda bisa melihat sekilas. “Wilayah barat adalah yang paling rentan terhadap selundupan, dan semua pihak masih fokus pada pengelolaan pandemi Covid-19. Bea cukai tidak ingin ada yang memanfaatkan situasi ini untuk diselundupkan. Katanya, terutama di pantai timur Sumatra. Ronnie menjelaskan Tujuan dari operasi ini adalah untuk memantau transportasi barang di perbatasan maritim, termasuk impor dan ekspor ilegal, distribusi narkotika, zat psikotropika dan prekursor, barang berbahaya dari luar dan barang-barang yang diselundupkan ke zona bebas negara. -Juga Patroli laut dipantau sesuai dengan prosedur sanitasi untuk pandemi Covid-19. Dia menyimpulkan: “Para pejabat buruh dilengkapi dengan peralatan pelindung diri untuk memeriksa fasilitas transportasi dan terus membangun jarak sosial dengan pihak yang diselidiki. “(*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live