Bea Cukai Teluk Nibung mengalihkan hak untuk menangkap 10 ton bawang Mumbai ke Pemerintah Kota Tanjungbalai

TRIBUNNEWS.COM – Menurut hasil dari tindakan wajib dari Bea Cukai Teluk Nibung dan Patroli Maritim, Rabu lalu (18/3), penyelidikan yang dilakukan oleh petugas bea cukai telah mencapai tahap yang membutuhkan “penyelidikan”. Ketua Pengadilan Negeri Tanjungbalai menyita bawang dalam bentuk negara atau distrik, yang terdiri dari 1.000 kantong dengan berat 100.000 kg.

Ingat karakteristik bawang saat mengajukan permohonan izin ini.Bawang jenis ini akan membusuk dengan cepat dan harus menunggu sampai putusan pengadilan wajib hukum permanen dapat disimpan terlalu lama. Presiden Pengadilan Negeri Tanjungbalai memutuskan untuk menyumbangkan beberapa bawang kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai, yang dalam hal ini adalah Biro Dinas Sosial Kota Tanjungbalai. Bea Cukai Teluk Nibung I Wayan Sapta Dharma menyerahkan barang tersebut di halaman kargo Kantor Bea Cukai Teluk Nibung, Jumat (20/3).

Selain itu, karena permintaan pasar yang tinggi untuk bawang, wabah virus korona (COVID-19) mempengaruhi penurunan aktivitas ekonomi global dan menghambat distribusi bawang. Harga pasar bawang naik dari 20.000 rupee / kg menjadi 18.000 rupee, menempati urutan pertama. – Pemerintah Kota Tanjungbalai juga percaya bahwa penentuan subsidi tidak akan menyebabkan kerugian bagi petani di daerah yang disubsidi. Melalui kegiatan subsidi ini, Bea Cukai Teluk Nibung dan pihak-pihak terkait berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk memberikan kesejahteraan, terutama bagi masyarakat miskin di Tanjungbalai.

“Tercatat 10 ton bawang ilegal ini masih dalam kondisi baik dan layak untuk dikonsumsi, jadi yang terbaik adalah menyumbang kepada masyarakat melalui Pemerintah Kota Tanjungbalai, sehingga kami berharap dapat pugkas I Wayan Sapta di masa mendatang. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live