Memerangi penyelundupan narkoba adalah tindakan wajib oleh bea cukai

TRIBUNNEWS.COM – Mengenai darurat narkoba di Indonesia, bea cukai sering mengambil langkah-langkah pencegahan dalam menghadapi ancaman dan tantangan dari pengembangan perdagangan narkoba ilegal di Indonesia. Aplikasi bersama berarti mengambil tindakan bersama dengan lembaga penegak hukum lainnya (BNN dan POLRI) dalam lingkup pembukaan dan keputusan jaringan kriminal terkait dengan perdagangan narkoba. Bukti gugatan terhadap narkotika yang diambil untuk menjaga transparansi dalam bea cukai, seperti tindakan yang diambil oleh Tanjung Balai (Balai Tanjung) Karimun dan Bea Cukai Makassar (Bea dan Cukai Makassar). Tiga anggota awak tiba di Pelabuhan Feri Internasional Tanjung Balai Karim dengan rute Kuk-Karimun.

“Dari hasil pemeriksaan tersangka, kami memperoleh bukti metamfetamin atau diduga metamfetamin, yang merupakan narkotika kelas satu dengan berat 11,65 gram,” kata pejabat bea cukai. Tanjung Balai Karimun dan Agung Marhaendra Putra pada konferensi pers, Rabu (03/04). Juga menurut Agung, ketiga tersangka beserta barang bukti dibawa ke Kantor Pabean Tanjong Bale Karimong untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan kemudian diserahkan ke Kantor Investigasi Narkoba Polandia untuk diproses lebih lanjut.

Langkah wajib lainnya adalah Laut Sulawesi Selatan mengenai penghancuran 3.705 gram bukti narkotika dalam bentuk metamfetamin di halaman Kantor BNNP di Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (03/02). -Dalam kasus pemusnahan yang dipimpin langsung oleh Brigadir Jenderal Idris Kadir, direktur Biro Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, Brigadir Jenderal Idris Kadir, Nugrovi Vigiato mengungkapkan bahwa kasus narkoba Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama kolaboratif antara kedua pihak, Parepare Customs dan BNNP Sulawesi Selatan, yang diperoleh dari informasi publik terkait perdagangan narkoba. Para pelaku adalah empat wanita yang diduga bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

“Tiga dari mereka adalah penyelundup dan yang lainnya adalah koordinator surat. Bagi penulis, anak perusahaan pasal Pasal 112, ayat 2, Pasal 112, ayat 2, dan Pasal 132, ayat 1, akan Dia dijatuhi hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara. Dia berkata: “Saya telah dipenjara selama minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. “- Dia juga menjelaskan bahwa, untuk melakukan fungsi melindungi masyarakat, Bea Cukai dan Cukai Parepare secara aktif bekerja dengan petugas penegak hukum lainnya untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang dan berbahaya, termasuk narkotika. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live