Virus korona mempengaruhi ekonomi negara, Sri Muliani: Anggaran nasional harus fleksibel

TRIBUNNEWS.COM – Bea Cukai Sumatra Timur, bersama dengan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Selatan, mengadakan rapat kerja di Balai Sidang Negara untuk mempercepat dan mengalokasikan dana pedesaan, dijadwalkan akan diadakan pada tahun 2020 (28/02). Gedung Keuangan Palembang (GKN).

Menteri Keuangan. Dalam sambutannya, Sri Mulyani menjelaskan status ekonomi Indonesia di negara-negara G20. Dia mengatakan: “Sejauh menyangkut negara-negara G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kategori komoditas masih lebih tinggi dari 5,2%. Indonesia adalah ekonomi terbesar kedua dan 20 di dunia.” Dia menjelaskan:

Dengan Penyebaran virus korona (COVID-19) telah terpengaruh. Virus ini telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Sri Mulyani, yang baru saja menghadiri pertemuan G-20 di Riyadh, mengenang Manajemen keuangan dan ekonomi negara akan selalu berkembang secara dinamis dan sangat bergejolak.

– Perekonomian global bergolak, yaitu saluran akses ditutup karena penyebaran virus korona (COVID-19). Sri Mulyani menambahkan bahwa perlunya memperlakukan anggaran nasional sebagai semacam Alat (kebijakan fiskal) untuk digunakan ketika ekonomi membutuhkannya. Dia menambahkan: “Dengan melemahnya ekonomi dunia dan tantangan tujuan pembangunan, anggaran nasional harus dilonggarkan. Untuk mencapai anggaran nasional yang solid dan kredibel, tujuan ini harus dicapai.” Dalam hal ekonomi, Kementerian Keuangan telah mengadopsi serangkaian kebijakan pariwisata. Sebanyak 3,3 triliun rupee disetujui untuk anggaran nasional. Tindakan ini membebaskan pajak restoran dan restoran di banyak daerah untuk jangka waktu 6 bulan untuk menarik minat pariwisata nasional.

“Dia berharap:” Saya berharap bahwa para pemimpin Kementerian Keuangan di daerah akan membujuk pemerintah daerah dan provinsi untuk menjaga kondisi stabilitas ekonomi Indonesia.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live