Terus memberikan tekanan pada sirkulasi rokok ilegal, Bea Cukai Purwokerto dan pemerintah daerah telah membangun sinergi

TRIBUNNEWS.COM-Untuk mengurangi aliran rokok ilegal, Kepabeanan Purwokerto dan 3 pemerintah daerah, yaitu Banyumas, Banjarnegara dan Purbalingga, mengadakan acara sosial di Balai Pabean Purwokerto pada hari Selasa, 25 Februari . — Holik, kepala departemen kepatuhan dan konsultasi internal Erwan Saepul, menjelaskan dalam pidatonya evaluasi kinerja pemerintah daerah tentang penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).

“DBH CHT digunakan untuk mendanai program / kegiatan, seperti meningkatkan kualitas bahan baku, pengembangan industri, orientasi lingkungan sosial, pajak konsumsi dan / atau sosialisasi peraturan di bidang komoditas yang terkena pajak konsumsi ilegal” Setidaknya 50% dari alokasi Prioritas digunakan untuk mendukung rencana asuransi kesehatan nasional, “kata Erwan.

Erwan juga menambahkan pertanyaan tentang perumusan kembali CHH DBH dan perhitungan konseptual alokasi CHH DBH. Erwan menambahkan:” Perhitungan alokasi DBH CHT didasarkan pada kinerja Distribusi (maksimum 15%) ditambah distribusi rumus (minimum 85%) diturunkan. “

unit kerja regional di Banyumas, Banjarnegara dan Purbalingga-Diharapkan melalui kegiatan ini, CHT DBH dapat digunakan secara optimal, dan sinergi antara bea cukai dan pemerintah daerah akan terus dekat untuk mengurangi sirkulasi rokok ilegal. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live