Bea Cukai dan Angkatan Laut bekerja bersama untuk memperkuat penegakan hukum maritim

TRIBUNNEWS.COM – Departemen Bea dan Cukai menandatangani perjanjian kerja sama dengan Angkatan Laut pada 07/07 Kamis ini. Ini bukan pertama kalinya polisi dari kedua negara bekerja sama. Pada kesempatan ini, departemen bea cukai menandatangani perjanjian kerja sama untuk menggunakan senapan mesin berat 12,7 mm. Kerja sama ini membuktikan bahwa bea cukai dan angkatan laut berkomitmen kuat untuk melindungi kedaulatan, penegakan hukum, dan keamanan pajak perairan Indonesia.

Direktur Polisi dan Investigasi Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta mengungkapkan bahwa pinjaman TNI La Marine ke SMB adalah 12,7 milimeter, yang merupakan salah satu langkah yang diambil oleh bea cukai untuk armada personel patroli bea cukai bersenjata, wilayah Laut Indonesia.

“Namun demikian, senjata api resmi bukanlah alat utama, tetapi jalan terakhir untuk menghentikan barang selundupan, atau hanya digunakan untuk pertahanan diri dalam keadaan darurat,” tambah Wijayanta. Di laut, risikonya tinggi. “Patroli bea cukai di perbatasan laut sering harus menghadapi perlawanan fisik dari mafia penyelundupan, dan kadang-kadang bahkan untuk patroli kapal milik negara-negara tetangga kita. Wijayanta mengatakan:” Dalam hal memantau penyelundupan dan melakukan tugas-tugas lain Bea cukai dan kapal patroli harus didukung oleh peralatan pertahanan yang andal dan berkualitas untuk melindungi perbatasan, menjaga hukum, dan membantu melindungi kedaulatan negara. “Setiap lembaga yang memiliki kekuatan untuk menegakkan hukum memiliki tanggung jawab dan fungsi spesifik seperti yang disyaratkan oleh hukum. Misalnya, misi bea cukai adalah untuk menegakkan hukum di laut sebagai bagian dari keamanan pajak atau potensi pendapatan fiskal nasional, sementara Angkatan Laut menegakkannya di bidang pertahanan. Hukum dan salah satu tugas untuk menjaga keselamatan wilayah maritim. Yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum domestik dan hukum internasional yang disetujui.

Sejarah menunjukkan bahwa, setidaknya ketika bea cukai masih merupakan lembaga, sinergi antara bea cukai dan TNI Sudah ada sejak lama, sebelum 1 Oktober 1946, Hindia Belanda ditetapkan sebagai kantor pajak pegawai negeri dan pajak konsumsi.Beberapa dokumen sejarah mengenai bea cukai dan kerja sama TNI meliputi: Bea Cukai adalah yang pertama pada tahun 1953 kecuali angkatan laut. Ada total 3 kapal patroli. Personel patroli berpartisipasi dalam mendukung operasi militer ABRI, seperti pasukan ABRI mendarat di Pekanbaru, mengalahkan PRRI / Permesta, memberantas DI / TII Kahar Muzakar di Sulawesi barat daya, Melakukan operasi intelijen dan misi lain selama konfrontasi antara Dvekola / Malaysia dan Timor Timur. -Wijayanta mengungkapkan bahwa bea cukai berharap bahwa efek sinergis dengan TNI akan terus efektif.

” Di bawah sinergi konstan antara angkatan laut, ia harus dapat mendukung pelaksanaan bea cukai, terutama di laut, untuk ditugaskan ke bea cukai sebagai unit patroli pajak dan untuk mencegah barang berbahaya memasuki negara. “(*

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live