Bea cukai gagal menyelundupkan sabu ke kayu cendana

TRIBUNNEWS.COM-Dalam pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk di Indonesia, bea cukai terus melakukan pengawasan rutin untuk melindungi masyarakat dari barang ilegal, termasuk narkotika. Pemantauan ini wajib dilakukan. Bea Cukai Tanjungpinang bertindak atas 498,79 gram metamfetamin yang diambil oleh penumpang dari kapal Malaysia pada Sabtu 04/04 – Muhammad Syahirul Alim, kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, mengungkapkan urutan waktu operasi metamfetamin. Pada hari Sabtu, 4 April 2020, jam 14:30 waktu Indonesia bagian Barat, petugas Bea dan Cukai Tanjung Pinang memantau barang bawaan penumpang yang tiba di MV Marina Syaputra I di Pasir Gudang, Malaysia. Kapal mengangkut pekerja Indonesia dengan kesulitan.

Dari pengawasan, seorang penumpang menemukan gerakan mencurigakan. Menurut pemeriksaan mesin sinar-X pada penumpang bagasi dengan huruf awal SA (30 tahun) warga Indonesia, tampaknya benda asing ditemukan dalam bentuk sandal di sepatu. – Sandal baru dan 6 paket dengan partikel putih ditemukan, dengan berat sekitar 498,79 gram. Butiran putih diuji menggunakan anestesi dan hasilnya menunjukkan bahwa metamfetamin positif, “tambah Alim. Periksa dan lanjutkan penelitian dan proses lebih lanjut.”

Sebagai tindakan lanjutan, Bea Cukai Tanjung Pinang dan Kepolisian Distrik Tanjung Pinang Buktinya dihancurkan. Operasi itu juga mengeluarkan peringatan keras kepada pihak mana pun yang mencoba menggunakan narkoba, mengatakan bahwa bea cukai akan mengambil tindakan tegas tanpa kompromi.

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live