Dalam pandemi Covid-19, bea cukai Meilaboh menyelesaikan kasus rokok ilegal

Pandemi TRIBUNNEWS.COM-Covid-19 tidak memaksa Bea Cukai Meilaboh untuk mengurangi kinerja rokok ilegal. Pada Kamis (16/4), bea cukai Meulaboh menerima transfer kasus dari Kepolisian Daerah Aceh Selatan. Kasus kriminal di departemen pajak konsumsi adalah bahwa dua penulis, dimulai dengan MT Medan (52) dan MM (43), mengeksekusi 5.000 bungkus rokok ilegal dengan merek Luffman.

“Penyelidik Bea Cukai di Murabpo Customs” memeriksa saksi dan tersangka dari awal, mengumpulkan bukti, dan melindungi para tersangka untuk menahan mereka di Penjara Meulaboh (Tipe IIB) dan pengembangan kasus rokok Rafman ilegal, Serangkaian kegiatan penyelidikan telah dilakukan secara profesional, “kantor bea cukai Muhammad Alim Fanani.

Menurut Alim, menurut penyelidikan kasus rokok Rafman ilegal Akibatnya, jaksa penuntut di wilayah selatan Aceh mengumumkan Berkas Pajak Konsumsi Pidana (P-21) dengan nomor B-383. / LI19 / Ft. 13 April 2020, dan pada dan setelah 4 Maret 2020, tersangka dan barang bukti Tanggung jawab akan didelegasikan ke Kantor Kejaksaan Selatan Aceh.

Penulis diduga melanggar Pasal 54 dan / atau Pasal 56 UU Pajak Konsumsi No. 11 tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 39 tahun 2007, Denda paling sedikit satu (1) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun penjara dan / atau denda paling sedikit 2 (dua) kali lipat dari pajak yang harus dibayar, dan denda hingga 10 (sepuluh) kali lipat dari jumlah pajak yang harus dibayar . – “Bea Cukai Melapo berkomitmen untuk membangun sinergi dengan petugas penegak hukum di Aceh barat daya untuk menghilangkan aliran rokok ilegal,” kata Alin. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live