Bea dan cukai memusnahkan barang ilegal senilai 1,5 miliar rupiah

TRIBUNNEWS.COM-Petugas bea cukai terus mendorong bea cukai untuk mengurangi peredaran rokok ilegal dalam berbagai tindakan penuntutan untuk memastikan pendapatan dari industri barang konsumsi. Pabean Makassar telah menindaklanjuti salah satu tindak lanjut pemberantasan rokok ilegal dengan memusnahkan jutaan batang rokok ilegal pada Jumat (17/7) lalu. -Pabean Makassar menghancurkan rokok dan tembakau iris, serta barang-barang impor yang diangkut secara ilegal. Masuk melalui kantor pos Lalu Bea Daya.

Eva Arifah, Direktur Bea Cukai Bangladesh, mengungkapkan barang yang disita merupakan hasil operasi khusus dari Maret 2019 hingga Februari 2020.

“Barang-barang tersebut telah ditetapkan sebagai BMN (Barang Milik Negara) dan telah disetujui oleh Menteri Keuangan untuk dimusnahkan.” – Adapun BMN yang dimusnahkan berupa 2 juta batang rokok ilegal, 23.000 kq Potongan tipis tembakau, satu set anak panah ikan todak, dan informasi lainnya sebanyak 726 bungkus.

Eva mengatakan total nilai barang tersebut diperkirakan mencapai 1,5 miliar rupiah dan kerugian bersyarat diperkirakan mencapai 777 juta rupiah. Polisi, TNI, pemerintah daerah pelabuhan dan pemerintah daerah juga menyaksikan perusakan kawasan bea dan cukai di Makassar dan PT Katingan Timber Celebes. -Eva menjelaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan pelaksanaan fungsi adat sebagai pelindung masyarakat, yaitu melindungi masyarakat dari arus barang ilegal, serta dapat mengganggu keamanan dan stabilitas ekonomi adat. Eva menambahkan, acara ini juga membuktikan sinergi yang baik dari Bea Cukai Makassar dan instansi pemerintah lainnya di pusat dan daerah. Ia menyimpulkan: “Sinergi ini harus menjadi pesan positif bagi seluruh pelaku sosial dan ekonomi agar dapat mematuhi peraturan yang berlaku.” (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live