Melebihi target Juli, Bea Cukai Jawa Tengah mendepositokan utang nasional US $ 20,64 triliun

TRIBUNNEWS.COM-Hingga Juli 2020, Bea Cukai Jawa Tengah dan Yogyakarta berhasil menyetor Rp 20,64 triliun ke Kementerian Keuangan Umum. Hal tersebut disampaikan pada rapat dialog kinerja organisasi online pada Senin (10 Agustus 2020).

Pendapatan tersebut baru mencapai 47,87% dari target sebesar Rp 43,11 miliar. Namun jika dilihat sesuai dengan target rasio pada Juli 2020, pencapaian tersebut akan mencapai 100,75%, dimana pajak konsumsi produk tembakau memberikan kontribusi terbesar yaitu mencapai 100,95% dari lintasan target.

Baca: Bea Cukai Amamapare Promosikan Ekspor Non Pertambangan Saat Pandemi-Kepala Bea Cukai Nur Rusyidi membeberkan secara detail pendapatan dari bea cukai DIY di Jawa Tengah. Rp 853,13 miliar, pajak ekspor 33,13 miliar rupee, dan pajak konsumsi 19,75 triliun rupee. “

Ia juga mengatakan bahwa akibat dampak wabah Covid-19 yaitu tarif ekspor, beberapa pendapatan perlu lebih diperhatikan .

“ Dari data pendapatan, kami perkirakan pendapatan pasti akan turun, yakni impor. Tarif “kata Nur.” Berbeda dengan pajak bea cukai, penerimaan bea masuk diatur dengan baik dan menjadi porsi utama setelah total cukai hasil tembakau mencapai 18,94 triliun rupiah. Pada Maret 2020, karena tingginya permintaan desinfektan dan desinfektan, tren penurunan penerimaan cukai etanol juga sejalan dengan tren pembebasan dari pembebasan cukai etanol terkait pandemi Covid-19. Terus pantau, kita semua tahu bahwa pajak konsumsi masih menjadi tulang punggung. Tetap berhubungan dengan pajak konsumsi dan perdagangan impor dan ekspor. Selain itu, kami juga memantau area tautan dan area yang tidak terkait. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live