Masa pandemi tidak dapat mencegah bea cukai dan pajak konsumsi Tanjung Perak untuk menghapus peredaran obat-obatan narkotika

Surabaya TRIBUNNEWS.COM-Sebagai salah satu instansi yang berwenang terkait pengangkutan barang masuk dan keluar Indonesia, Bea Cukai Negara Tanjong Perak bertanggung jawab untuk mengawasi dan selalu melakukan tindakan terhadap barang berbahaya dan ilegal, bahkan pada saat terjadi pandemi Covid-19. -Manajer Kantor Bea dan Cukai Tanjung Perak Aris Sudarminto mengatakan dalam dua bulan terakhir, Bea dan Cukai Tanjung Perak berhasil menggagalkan berbagai upaya penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) melalui Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Perak. . – “Empat kasus penyelundupan berhasil tercatat, diantaranya narkotika jenis sabu berhasil disita, dan jumlah barang yang terdeteksi mencapai 12,8 kg.”

Kasus pertama pada 20 Juli 2020, Bea Cukai Negara Tanjung Perak berhasil mendeteksi adanya upaya penyelundupan narkoba sabu dengan berat total 1.893 kg. Selain itu, pada tanggal 14 Agustus 2020, penyelundupan narkoba sabu kembali terkena imbas total bobot 1.562 kg. mengalahkan.

Empat hari kemudian, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 2020, Bea Cukai Negara Tanjong Perak kembali menggagalkan upaya penyelundupan sabu dengan bobot total 6.874 kg dan 2.545 kg. Tanjong Perak memberikan bukti. Aris menambahkan, tersangka diduga melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 terkait narkotika. obat. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live