Operasi Gempur pada 2020, merupakan strategi bea cukai untuk memberantas peredaran rokok ilegal

TRIBUNNEWS.COM-Guna mengoptimalkan penerimaan pajak konsumsi negara dan mengurangi peredaran rokok ilegal di Indonesia sesuai arahan Kementerian Keuangan, pihak bea cukai terus melakukan berbagai langkah dan strategi pemberantasan rokok ilegal, serta dalam “ Mulai Operasi Gempur 2020 ” ‘Dibahas pada pertemuan itu. Melalui online, Selasa (7/7).

Syarif Hidayat, Direktur Bea Cukai Internasional dan Antar Departemen, menjelaskan dalam tiga tahun terakhir, peredaran rokok ilegal di seluruh negeri dan ASEAN menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan survei rokok ilegal nasional yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada pada tahun 2018, tingkat peredaran rokok ilegal di Indonesia sebesar 7,0%.

“Secara umum, mengingat fakta yang dijelaskannya. -Survei dilakukan setiap dua tahun dan dilakukan oleh pihak ketiga. Survei dilakukan sejak 2010 untuk menguji tingkat keselamatan / keamanan pajak konsumsi. Dan menentukan level. Peredaran rokok ilegal di seluruh negeri, dan memperkirakan pelanggaran industri yang dapat mengurangi pendapatan. Departemen perpajakan negara-negara. Mempertimbangkan berakhirnya pandemi Covid-19, rokok ilegal akan kembali diusut tahun ini .— -Selain itu, Syarif menjelaskan bahwa berbagai peran petugas pajak bea dan konsumsi di seluruh Indonesia diperlukan untuk memberantas arus barang ilegal Ia mengatakan: “Sosialisasi, pengawasan dan pelayanan merupakan elemen penting dan akan terus ditingkatkan ke depan. Menekan peredaran rokok ilegal. “-Dia mengatakan dalam strategi sosialisasi, pihaknya akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko peningkatan koordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya dengan memperkuat tindakan penegakan hukum dan meningkatkan pelayanan untuk perbaikan regulasi di bidang pajak konsumsi. Kolaborasi pemberantasan rokok ilegal Kegiatan Dia menambahkan: “Kampanye melawan rokok ilegal akan dimulai pada Juli dan berjalan hingga akhir 2020. Selain itu, menurut dia, berbagai tantangan pengawasan akan dihadapi dalam menjalankan pekerjaan ini. Selama pandemi Covid-19, kebijakan WFH dan PSBB telah menyebabkan penurunan pengawasan fisik, penurunan anggaran DBH CHT dan perubahan Anggaran. Anggaran tersebut sudah dialihkan ke pengelolaan Covid-19, dan pengurangan jumlah rokok yang diproduksi secara legal dapat mendorong konsumen rokok beralih ke produk ilegal. Untuk mendukung strategi pengawasannya, pihak bea cukai juga telah bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk dengan PT PLN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Perpajakan pertukaran data / informasi untuk memperkaya data sebagai bahan analisis dan meningkatkan efisiensi. Pantau peredaran rokok ilegal. Operasi / patroli khusus dengan Polairud juga akan tercapai sinergi. (* )

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live