Tekanan pada peredaran rokok ilegal meningkat, bea cukai setempat memimpin

TRIBUNNEWS.COM-Pajak bea cukai dan konsumsi terus memastikan pengamanan rokok ilegal di berbagai daerah sebagai bentuk spesifik dalam memenuhi fungsi perlindungan masyarakatnya. Tidak hanya itu, sesuai instruksi Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, tindakan lebih tegas dilakukan untuk menurunkan angka peredaran rokok ilegal dari sebelumnya 3% menjadi 1. %. – Menentang tindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai Gresik terhadap peredaran rokok ilegal. Pada Rabu (04/06), Bea Cukai Gresick berhasil menyita 4.240 batang rokok ilegal tanpa pajak konsumsi di kawasan Pandanarang Lamongan.

Pada Kamis (05/06), Bea Cukai Gresick kembali berhasil menyita 23.860 batang rokok ilegal. Lamongan masih memiliki berbagai tanda belum adanya pajak konsumsi. Hanya berselang dua hari, Minggu (07/06), Bea Cukai Gresik kembali menindak 80.000 batang rokok ilegal.

Bier Budy Kismulyanto, Direktur Bea Cukai Gresik, mengatakan ketiga aksi tersebut berawal dari informasi publik. “Kami sangat berterima kasih atas informasi yang diberikan oleh masyarakat. Jika mereka menemukan potensi kegiatan ilegal, kami selalu menghubungi pihak berwenang,” kata Bill. 04/06), truk-truk ini diangkut dengan truk yang penuh dengan Salak. Direktur Bea Cukai Tegal Niko Budhi Darma mengungkapkan, petugas gabungan tengah melakukan patroli Jalan Pejagan di Purwokerto sembari memimpin operasi. liar. Truk bermuatan rokok ilegal berhenti di Kecamatan Magsari, Kabupaten Degas. Saat pemeriksaan pendahuluan, diketahui truk tersebut membawa puluhan palet berisi Salak yang akan dikirim ke wilayah Sumatera. Setelah diperiksa dengan cermat, ternyata truk itu memuat puluhan bungkus rokok konvensional yang dikemas dalam 10 kontainer dalam kantong tua, ”kata Nico. Bersama-sama, kami berhasil mengamankan sebanyak 240.000 batang rokok ilegal, yang diperkirakan totalnya Nilainya Rp 244.800, jadi potensi kerugian yang bisa menyelamatkan negara (termasuk cukai, pajak pertambahan nilai produk tembakau dan pajak rokok) total Rp142.396.800. Kanwil DJBC Jawa Tengah DIY Padmoyo Tri Wikanto mengatakan, pihaknya akan melanjutkan Upaya pemberantasan rokok ilegal Munculnya model baru penyelundupan rokok ilegal seharusnya mendorong aparat kepolisian untuk waspada. -Untuk mengantisipasi pola yang semakin kompleks, Tri mewajibkan para karyawannya untuk menjaga integritas dan memperkuat unit kerja internal dan aparat penegak hukum (APH). Sinergi dan “memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi tentang berbagai model-Tri pun mengajak para pengusaha yang masih melakukan kegiatan ilegal untuk menghentikan kegiatannya karena mudah legal. Pihak Pabean saat ini sedang mengajukan konsep Kawasan Industri Hasil Tembakau Terpadu (KIHT) agar para pengusaha tersebut dapat melakukan kegiatan usaha secara legal. -Pada Jumat (05/06), Bea Cukai Malang juga mengadili 31.000 batang rokok ilegal di Kabupaten Malang. Latif Helmi, Kepala Badan Bea Cukai Malang, mengungkapkan penuntutan dimulai dengan pemberantasan rokok ilegal di Pasar Kering Kentan.

“Menurut informasi masyarakat, ada kios yang menjual rokok ilegal. Latif mengatakan:“ Dari informasi tersebut petugas berjalan menuju kios tersebut dan menemukan ribuan jenis yang berbeda tanpa stempel pajak konsumsi. Jenis dan merk rokok ilegal yang disimpan dan dijual. “Total Rp 16.697.770. Saat ini kasusnya masih dalam tahap penelitian lebih lanjut. Pabean Malang akan terus memantau semua informasi dan laporan peredaran rokok ilegal di wilayah Malang Raya.

” Pelanggaran aturan pajak konsumsi akan dilakukan Ambil tindakan tindak lanjut sesuai dengan hukum. Dan memberikan peraturan perundang-undangan kepada semua yang melanggar peraturan ini. Kami berharap dapat mendistribusikan rokok ilegal di Malang R melalui aplikasi iniAya bisa dikurangi bertahap, “pungkas Latif. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live