Keputusan bea cukai Bangladesh atas lusinan pakaian bekas dan bola sepatu

TRIBUNNEWS.COM-Tim gabungan yang terdiri dari petugas Bea Cukai Bangladesh, Bea Cukai Kanwil, Koramil Tebing Tinggi 02 dan Satpolair Meranti melakukan penindakan terhadap penyelundupan 88 tas baju bekas dan 17 tas sepatu bekas. Tas besar asal Malaysia itu berada di Pelabuhan Sungai Melai di Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Jumat (14/8). –Ony Ipmawan, Direktur Jenderal Bea Cukai Bangladesh, menyatakan operasi dimulai di Laut Banghai. Informasi yang didapat pada 14 Agustus 2020 akan ada kapal yang didatangkan dari Baju Pahat, Malaysia, masuk ke Singapura. Kapal tersebut diduga memuat barang selundupan dan muatan terbatas sesuai dengan rencana bongkar muat di Pelabuhan Sungai Melai. Dan setelah mengumpulkan informasi di atas pelabuhan, Anda dapat melihat bahwa barang kiriman tersebut berasal dari KM. Kata Rico Jaya. Tim memerintahkan kapal untuk berhenti, namun sebelum mencapai KM. Rico Jaya kabur, melompat ke sungai, dan kabur ke hutan. Rico Jaya memuat kargo impor yang dibongkar di pelabuhan.

Keesokan harinya, 15 Agustus 2020, kapal KM. Rico Jaya dan kesaksiannya berhasil dikeluarkan dari Teluk dan dikawal ke Bea Cukai Bangladesh. Kapal dan barang bukti kemudian dilindungi dan Bea Cukai Bangladesh akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live