Pandemi tidak dapat mencegah Pabean Banten mencegah peredaran rokok ilegal

TRIBUNNEWS.COM-Dalam konteks pandemi COVID-19 akibat kebiasaan baru (normal baru), Bea Cukai Provinsi Banten terus gencar memantau aktivitas rokok ilegal di Provinsi Banten.

Pada Selasa dini hari (08/09), Petugas Pajak Bea dan Konsumsi Banten berhasil mengejar truk menuju tol Tangerang-Merak Kabupaten Tangerang, rest area Tangerang-Merak KM 42,5 di Balaraja. Menurut keterangan pengemudi, rokok ilegal tersebut berasal dari Kudos dan ditujukan untuk Padang. 208.000 batang rokok dan 280.000 batang rokok, tanpa stempel cukai.

Pengemudi dan Nuklir juga diharuskan untuk memulai dengan DY dan GM masing-masing untuk memberikan informasi dan meneruskan hasil penuntutan ke Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Kabupaten Banten untuk diproses lebih lanjut. Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Daerah Banten juga gencar melakukan penindakan dan aktif melakukan kegiatan pasar, serta melakukan sosialisasi rokok ilegal di toko-toko yang menjual rokok. Kampanye ini dimulai pada 25 Agustus 2020 dan bertujuan untuk mengurangi peredaran rokok ilegal di kalangan penduduk Provinsi Banten.

Kanwil DJBC Banten bekerja sama dengan Bea Cukai Tangerang dan Merak untuk melakukan kegiatan tersebut di Meksiko. 916 desa di Provinsi Banten. , Telah mengajukan gugatan terhadap 193 toko yang memasok atau menjual rokok ilegal berupa rokok dengan pita cukai dan rokok tanpa pita cukai.

“Dengan adanya kegiatan operasi pasar dan penyadaran seperti ini, kami berharap dapat menarik perhatian masyarakat. Zaky menyimpulkan:“ Masyarakat tidak boleh menjual atau membeli rokok ilegal. “(*)

Leave a comment

adu ayam bali_s128.net login_s128.live